Semakin hari aku semakin dipusingkan dan di bikin penasaran. Saat itu aku sekejap menjadi hancur karena aku harus merasakan kehilangan. Bahkan hingga kesehatanku down hanya karna itu semua.
Tapi kini ia berusaha kembali masuk ke dalam hidupku. Perlahan ia membuka pintu kehidupanku yang saat itu tertutup rapat. Sedikit demi sedikit ia masuk dan berhasil kembali merengut senyumku. Tapi dengan statusnya saat ini? Hal itu kini berbeda. Aku tak bisa di permainkan untuk kesekian kalinya. Tapi entah mengapa apa yang hatiku katakan itu seratus delapan puluh derajat berbeda dengan yang kini kupikirkan.
Aku merasa senang saat di dekatnya. Bahkan dengan candaannya. Walau sepertinya ia tak begitu memikirkan semuanya. Hanya mengalir seperti air. Mungkinkah dia angin?
Angin yang dapan ku rasakan. Dapat membuatku nyaman tetapi tak dapat ku raih.
Sepertinya dia memanglah angin. Angin yang untuk selamanya takkan bisa aku raih. Angiin,, ♡̷̷̷̷̷̷̷♡̷̷̷̷̷̷̷♡̷̷̷̷̷̷̷
Tidak ada komentar:
Posting Komentar